Banyak teman-teman kita yang sering salah mengartikan arti dari kata PUNK itu sendiri. Pokoknya kalau sudah berpakaian ala PUNK, bersepatu boot, berambut mohawk, berjaket kulit, serta tidak lupa tattoo dan tindik, mereka sudah menjadi seorang punker sejati. Dan itu merupakan kesalahan terbesar dari teman teman kita yang mengaku berjiwa PUNK akan tetapi tidak mengerti definisi dari PUNK itu sendiri.
Pemahaman yang salah dari PUNK itu sendiri inilah yang menyebabkan PUNK dipandang negatif oleh masyarakat dan tidak sedikit pula teman-teman "punker" kita yang bertindak idiot dan sedikit anarkis karena salah mengartikan definisi PUNK.
PUNK adalah sebuah tindak perilaku yang lahir karena rasa ketidakpuasan terhadap pemerintahan, rasa ingin melawan terhadap sebuah rezim yang kolot, dan rasa marah terhadap sesuatu yang tidak pada tempatnya (sosial, ekonomi, budaya, politik).
Para punker yang sebenarnya merealisasikan rasa tersebut kedalam musik dan cara berpakaian mereka sehari-hari. Mereka hidup bebas dan tetap bertanggung jawab didalam plot atas tindakan dan pemikiran yang mereka jalani.
PUNK juga menjadi sebuah media dalam hal kebebasan berbicara bagi kaum muda yang terbuang yang minim dalam mendapatkan kesempatan mengungkapkan pendapat pada sisi budaya dan politik. PUNK memiliki penilaian dari sudut pandang lain dengan menciptakan lagu dengan lirik-lirik yang berisikan teriakan protes.
Frustasi, kemarahan, ketidakpuasan, serta kejenuhan yang semuanya benar-benar berhubungan langsung dengan hukum jalanan dan represi aparat pemerintahan merupakan sekumpulan bahan yang sering diteriakan dengan tegas oleh para punker itu sendiri.
Dandanan PUNK yang lusuh, dekil, urakan, serta jauh dari kesan enak dilihat dan mewah itu makin mempertegas protes mereka terhadap sikap kaum kapitalis yang menjunjung tinggi faham hedonisme.









