Sunday, November 6, 2011

Dramatisasi Konser Destruction

kemarin tanggal 2 November 2011, salah satu trilogy thrash metal Jerman yang paling oke akhirnya datang ke Jakarta. ya, mereka memang benar-benar datang ke Jakarta. venue nya cukup "hipster" dibanding metal show biasa nya. gw pikir ini konser awaln ya mau ditempatkan di Bulungan, ternyata bertempat di salah satu klub yang cukup tersohor dibilangan kemang, The Green.

agak persetan sih sebetulnya dengan pemilihan venue ini, toh yang penting Destruction bakalan tetap muncul didepan kelopak mata gw. sore hari, mendung, agak mirip Norwegia memang iklim Jakarta akhir-akhir ini, gw berangkat menuju venue untuk menemui salah satu panitia mengambil id pers. ini menjadi konser band luar pertama yang gw liput. sangat excited. apalagi dulu ketika Kreator dan Sodom datang ke Jakarta gw ngga sempat hadir (dan gw bukan lah pendengar Sodom yang intens).

salah satu faktor yang membuat gw sangat ingin sekali ke konser ini adalah Destruction akan membawakan salah satu lagu dari 10 kitab suci punk rock menurut gw, FUCK THE USA dari The Exploited. pasti favorit.

setelah bertemu dengan beberapa teman, terutama si Letoy, teman gw semenjak SMA, sesepuh metalhead di forum Kaskus, dan 2 orang anak Kaskus lain bergabung, tak lupa juga Nindra sang fotographer, gw menunggu didepan venue konser sekitar pukul 19.30 malam. dijadwal Destruction akan main jam 20.00 malam.

ternyata (ya faham lah ini Indonesia) acara nya ngaret. gw pribadi cukup mengerti, mungkin agak telat sekitar setengah jam pikir gw. sebungkus rokok pun tidak cukup untuk menghantar kita menunggu sang maha dahsyat, Destruction.

menunggu Destruction di depan venue

bosan memang, tapi apa mau dikata. selain bertugas untuk meliput, kami berlima memang ingin menyaksikan Destruction. akhirnya, ketika jam menunjukan pukul 23.00 malam, venue akhirnya dibuka. simpang siur kabar menyatakan bahwa Destruction baru tiba di Jakarta malam ini. canggih!!!

masuk kedalam venue, tempatnya cukup sempit dan tidak terlalu banyak yang datang. lagi lagi peduli setan. didalam venue pun kita masih harus menunggu sekitar 15-30 menit, lupa gw. beberapa teman pun sudah riuh meneriakkan "Destruction...Destruction...Destruction...Destruction!!!" bahkan ada seorang mabuk yang sangat tidak sabar. terdegar dari kata kata yang terlontar dari mulutnya, sudah jelas alkohol terkandung sekitar 70% dibadan dia.

Destruction pun akhirnya muncul. tanpa pikir panjang Curse The God langsung mereka suguhkan. tanpa aba aba satu komando, moshpit pun sudah mulai terbangun. basa basi dari Destruction pun tidak terdengar diawal konser, Mad Butcher dan Armageddonizer langsung mereka lahap habis. sebegitu terburu buru nya kah mereka ? itu yang pertnyaan pertama ada di otak gw.

Destruction disambut hangat

kinerja soundman yang sangat buruk pun menjadi salah satu titik lemah show malam itu. Marchel Schmier beberapa kali mengingatkan bahwa terjadi feedback dimana mana. saking kesalnya dengan kendala suara, Schimer melempar 2 stand mic kearah penonton agar beliau bisa mendengar para penonton untuk ikut bernyanyi.

Hate Is My Fuel, Eternal Ban mengiringi kebengisan Schmier disisi vokal. nah, disini puncak kebrengsekan konser nya. ada seorang pencopet. gw tidak ambil pusing dengan kejadian ini. si sisi kanan dekat pintu masuk pun riuh. Schimer juga masa bodo' dengan kejadian ini, hanya mengingatkan agar pihak keamanan membawa penonton itu untuk keluar venue.

Letoy berpose

Life Without Sense yang dilanjut dengan Devolution tak disangka menjadi lagu terakhir malam itu. lampu venue menyala, semua berteriak kesal, Destruction pun gondok. ketika salah saorang panitia menjelaskan bahwa ternyata sewa gedung hanya sampai 24.00 tengah malam, suasana agak sedikit tak terkendali.

band Jerman, menempuh perjalanan jauh, dan hanya bermain kurang dari setengah setlist mereka. ah, gila. lagi lagi nama Indonesia tercoreng. mungkin sebengis apapun Destuction diatas panggung, mereka tetap menjadi idola yang rendah hati. Destruction mempersilahkan kami, para fans, untuk sekedar menandatangani merchandise dan berfoto bersama. kontan para penonton langsung merangsek naik keatas panggung.

ada yang dapat foto dan ada juga yang dilegalisir. Destruction yang menjadi headline di Wacken Open Air 2007 dan 2011 harus bermain di klub sempit nan hipster serta diperlakukan tidak sewajar nya oleh panitia keparat malam itu. semua kecewa. keluar dari venue dengan perasaan belum puas. dan, gw pun sukses untuk gagal menyaksikan mereka membawakan hits macam The Butcher Strikes Back, Thrash Till Death, Bestival Invasion, Metal Discharge, Tormentor, Nailed To The Cross, sampai Fuck The USA milik The Exploited. how kewl is that ?

Marcel Schmier didepan muka gw 

Tuesday, June 28, 2011

ticket to ride

tiket resmi perjalanan umroh dan haji metalhead
Napalm Death and Iron Maiden show

Thursday, June 16, 2011

B.A.C.K.T.O.S.A.N.I.T.Y

jam menunjukan pukul 22 malam lewat 25 menit untuk wilayah Jakarta. disaat orang lain bersiap menuju ke "makam suri" mereka, gw sempatkan untuk berpikir bagaimana mengembalikan tingkat konsentrasi gw yang sedang menurun, terutama dalam 2 hari terakhir ini. tempurung kepala gw seakan tak berisi karena beberapa hal brengsek sukses menggerogoti otak gw tanpa ampun.

semesta alam juga seakan sedang tidak menaungi hidup gw. tapi gw selalu percaya, media yang paling ampuh dan bisa disangkut pautkan dengan apapun adalah musik. ya musik. apapun jenisnya, musik selalu bisa menyesuaikan dengan pribadi masing masing. dan malam ini sembah sujud gw terlempar hangat untuk Ramones.



beruntunglah kau wahai para bedebah remaja yang hidup pada dekade 1970 sampai awal 1990an. kau masih sempat menyaksikan 4 orang sinting ini memainkan I'm Against It secara live. kau masih sempat merengek untuk minta dibelikan celana blue jeans belel dan jaket kulit hitam yang sedang in pada masanya. dan mungkin diantara kalian ada yang sudah memiliki album Rocket To Russia rilisan awal.

mendengarkan Ramones adalah salah satu penghilang kepenatan yang cukup ampuh menurut gw. dentuman khas punk rock memang tidak bisa berbohong kalau mereka mampu membuat siapapun yang mendengarkan bisa dengan mudah bergoyang. apa yang gw rasakan saat ini, sudah tersangkut mulus dalam setlist Ramones.

(Leave Home back cover)

Gimme Gimme Shock Treatment menjadi soundtrack gw dalam beberapa hari ini. ketika pikiran sedang bobrok, ada beberapa orang teman yang luar biasa menjadi sandaran kita. karena semua hal tidak semudah seperti apa yang dinyanyikan di Oh Oh I Love Her So, maka gw akan mengikuti Now I Wanna Be A Good Boy setelah berhasil dengan Glad To See You Go.

kegilaan mereka merupakan Psycho Therapy bagi gw. untuk album Leave Home saja gw berhasil membuat setlist kecil yang berhubungan dengan hidup gw dalam beberapa hari terakhir ini. masih terlalu banyak materi cadas dari Ramones yang tidak akan cukup muat jika diurai satu persatu. terbayangkan bagaimana kualitas band yang satu ini ? canggih merupakan kata yang gw anggap paling tepat untuk Ramones.


Monday, June 13, 2011

GRINDING INDONESIA

band grindcore asal Birmingham (UK) akan menyambangi Indonesia untuk kali ketiga pada 28 Juni 2011 nanti. Napalm Death. mereka adalah satu dari beberapa band luar yang gw anggap "doyan" untuk main di negara kecil tercinta kita ini. karena sebelumnya di tahun 2005 & 2007, Napalm Death sudah pernah menggilas para penggemarnya di Indonesia.


untuk gw pribadi, kalau memang nanti tidak ada halangan gw akan merapat ke bulungan outdoor pada 28 Juni nanti. akan jadi pertemuan gw dengan Napalm Death yang kedua. setelah pertama kali gw sempatkan untuk menyaksikan aksi mereka di Senayan waku itu. walaupun terhitung baru gw mencoba mendengarkan grindcore, beberapa teman gw yang sudah lebih lama turun ke dunia bising, Napalm Death adalah salah satu band yang cukup oke. 2007 juga merupakan tahun awal gw mendengarkan Napalm Death.

di Senayan waktu itu, gw belum berani untuk terbang ke  moshpit. gw hanya menyaksikan aksi Barney Greenway, Shane Embury, Mitch Harris, Danny Herrera dari jauh. mohspit kala itu terlihat luar biasa sekali. berenergi dan panas. ditambah suasana indoor, makin komplitlah bagi para pecinta aliran cepat ini. teman dekat gw bilang, kalau konser Napalm Death 2007 di Senayan jauh lebih mengasyikan dibanding konser pertama mereka tahun 2005 di Ancol.


sampai sekarang pun sesekali gw masih membuka materi materi dari Napalm Death. beberapa album dari Napalm Death masih ada yang belum gw jamah. Scum, Inside the Torn Apart, From Enslaved to Obliteration, Order of the Leech, Diatribes adalah album Napalm Death yang gw favoritkan. sisanya masih dicoba untuk mampu ditenggak mulus oleh telinga gw.

salah satu faktor yang membuat gw lebih tertarik untuk Napalm Death adalah faktor Barney Greenway. setelah gw baca dibeberapa artikel luar, beliau adalah salah satu fans dari Septic Death. dan Septic Death merupakan salah satu band hardcore punk favorit gw, terlebih pada artwork mereka. artwork mereka adalah salah satu yang menarik buat gw diantara band band sejenis. salut untuk A Nightmare Takes a Nap.

gw sudah bisa membayangkan betapa hebatnya konser Napalm Death di Bulungan Outdoor nanti. karena dari beberapa kali gw datang melihat show disana, atmosfer yang dibangun oleh para metalhead cukup menarik. sound yang dihasilkan juga seseuai ekspektasi, biarpun gw bukan penggila sound mutakhir, tapi gw bisa bilang kalau Bulungan Outdoor adalah pilihan tepat.

mulai sekarang gw sudah mulai menghitung mundur untuk konser Napalm Death kali ini. minat gw cukup besar, karena diperjumpaan gw dengan Napalm Death yang pertama kali, gw masih bisa terhitung bocah. dan   baru mengenal grindcore. mudah mudahan konser Napalm Death kali ini bisa membuat gw lebih mendalami grindcore. tak sabar demi nomer singkat nan buas.


Sunday, April 24, 2011

Euphoria

di usia gw yang seharusnya sudah memikirkan tentang masa depan, gw masih tetap berleha dan santai. ketika orang sekitar gw sudah mulai mengkaji apa yang kira kira akan mereka ambil untuk bahan skripsi, gw masih terpaku memikirkan bagaimana mengumpulkan uang sebesar 1,5 juta rupiah untuk menyaksikan konser The Big 4 di kelas festival A pada 2012 nanti.

semua gw biarkan mengalir begitu saja, gw bukan tipe orang yang memikirkan semua hal secara mendasar, dengan perhitungan yang matang, dan membayangkan hasil yang kira kira akan berakhir manis. gw lebih senang menjalani semua kegiatan dengan sifat spontan. karena menurut pengalaman gw pribadi, ketika gw membuat suatu perencanaan yang gw anggap sudah sangat matang, ternyata hasilnya tidak semenarik apa yang gw bayangkan, itu rasanya kacau. mulai dari muak sampai susah buang air bercampur menjadi satu.

dan ketika gw tidak membuat bagan yang baik atau menjalani hari usang gw dengan biasa saja, dan ternyata gw mendapatkan hasil yang gw anggap lebih dari cukup, itu baru gw namakan dengan euphoria. sampai saat ini dan nampaknya akan terus gw pertahankan prinsip spontanitas ini. mulai dari menuntuk ilmu, mencari pekerjaan sampingan, mengejar pendamping hidup, sampai santapan untuk kuping gw tercinta.

karena blog gw ini gw dedikasikan untuk bidang yang lumayan gw cintai dan segani yaitu musik, gw tidak akan memaparkan pengalaman hidup gw yang tersangkut pauti oleh prinsip spontanitas tapi gw akan bercerita sedikit tentang bagaimana rasanya mendapat euphoria di kuping disaat lo merasa sendiri dan ternyata hasilnya lumayan terkenang hingga sekarang. hampir mirip orgasme rasanya ketika spontanitas itu membawa lo ke jenjang "tergila gila"

periode tahun 2002 Jakarta dilanda demam Linkin Park, hampir semua anak muda menggilai Mike Shinoda cs. apalagi ketika mereka menggelar konser di ancol waktu itu, teman sekeliling gw membicarakan Linkin Park. semua hal berbau Linkin Park mereka lahap habis. ditambah selesai konser, salah satu teman gw mendapat stik drum dari Rob Bourdon. semakin tidak nyambung obrolan gw dengan mereka karena gw bukan pendengar Linkin Park dan gw tidak ada niatan untuk menonton konser mereka saat itu.

ketika Linkin Park terasa sangat bersebrangan dengan telinga dan hasrat gw (no offense), napster merupakan jalan keluarnya. gw menyembah napster (waktu itu masih gratis kalo ngga salah download di napster) karena berkat web ini, gw diperkenalkan oleh salah satu grup garage yang menurut gw canggih sekali. band ini berasal dari New Zealand, The Datsuns. yang baru saja merilis album perdana mereka saat itu.


mendengar track sinting macam Harmonic Generator, Motherfucker From Hell, Freeze Sucker, In Love, Sittin Pretty dan masih banyak track lainnya merupakan euphoria tersendiri untuk gw ketika itu. disaat lingkungan gw terjangkit LinkinFever, gw seperti kehilang bahan obrolan. ternyata jodoh gw adalah suara distorsi kotor yang satu ini. dan gw benar benar menikmati euphoria perkenalan gw dengan The Datsuns, bahkan sampai sekarang. and I'm not Lying From You  ; )
  

Saturday, April 16, 2011

Pembiasan Dengan Karaoke Massal



seandainya Corrosion Of Conformity show di Jakarta sekarang dan membawakan lagu Vote With A Bullet dengan keadaan Indonesia seperti ini pasti bakal terjadi pembiasan yang sangat seru.coba perhatikan lirik mereka dilagu ini dan hubungkan sedikit dengan keadaan negara kita sekarang :)


headbanging bersama dan karaoke massal yang akan terjadi seakan menjadi mediasi kepuasan kita untuk melakukan presentasi berdistorsi mengenai keadaan saat ini yang tidak akan pernah sampai ditelinga kaum elite. ya setidaknya, apabila moment baik seperti ini terjadi, naluri liar yang terpasung bisa lepas dengan energi kepuasan batin bercampur dengan keringat dan senyuman kecil.

Friday, April 15, 2011

Midday Sun

tepat dimana gw menulis saat ini, secara drastis awan sangat kurang bersahabat hari ini. dan rutinitas yang selalu (lebih tepatnya mau apa lagi), dalam keseharian selalu gw sempatkan dengan mendengarkan lagu lagu dari para pionir pencipta bebunyian handal masa lampau.

hari yang gw anggap sebagai kemandulan kreatifitas ini gw mulai dengan tertatih sekitar pukul 13.00 kurang lebih. setelah sebelumnya gw melelapkan mata pada jam 07.00 pagi karena harus menjemput salah seorang teman yang berkunjung ke jatinangor dari jogja. salah satu hal paling buruk menurut gw adalah disaat matahari sudah naik, tapi kelopak matamu masih terbuka dan belum sempat diistirahatkan. sucks.

tidak ada kuliah, bukan berarti bisa bermalasan dengan puas pada siang ini. tugas tugas jahanam masih menanti, dan parahnya lagi, ada beberapa tugas yang gw tidak tahu harus dimulai darimana. hawa diluar pun sangat terik siang ini makin membuat jari gw gontai untuk memulai tugas tersebut, bahkan hanya untuk menanyakan kepada yang lain perihalnya. biarkan saja terlewat, karena gw percaya kemampuan manusia bisa berlipat sangat ganda disaat terdesak, maka itu gw putuskan untuk gw mulai mengerjakan di hari H-1 sebelum pengumpulan.

siang panas nan gersang, gw tidak mau mengeluh "kenapa hari ini panas sekali ?" karena tidak akan mengurangi derajat pada siang itu. dan nurani gw memutuskan, lebih baik gw bakar saja hari ini sekalian. dan sesegera mungkin gw lakukan apa yang akan menjadikan panas hari ini menjadi lebih seru. album Alive dari KISS gw pikir merupakan hal lumrah saat itu.



intro gila pada awalan Deuce lumayan menarik perhatian imajinasi gw. sangat gw nikmati. sedikit ber sing a long di bagian "baby, if you're feeling good, baby, and baby if you feeling nice, you know your man is workin hard, he's worth a deuce" sinar matahari yang menyalak seakan sedikit reda karena lirik bagian ini cukup segar menurut gw.

lanjut lagi ke nomer 4 di album ini, ada lagu Hotter Than Hell. lagu ini benar benar cukup membuat gw menikmati kegerahan hari tadi siang. liriknya yang lumayan bikin gw senyum waktu pertama kali mendengar lagu ini. wanita itu "panas" melebihi panasnya neraka. kok bisa ya KISS bikin lirik seperti ini ? apalagi ada bagian " hot, hot, hotter than hell, you know she's gonna leave you well done. hot, hot, hotter than hell, she'll burn you like the midday sun" sangatlah pas dengan hari ini yang ditambah dengan prosa imajinasi gw yang sudah terbang kesana kemari.

lagu C'Mon and Love Me di track nomer 7 adalah lagu impian gw. sepenangkapan gw tentang lagu ini, adalah bagaimana si rocker yang dihinggapi seorang penari. dan sepertinya, si penari ini merupakan salah satu wanita dengan tipe yang disukai rocker ini. dan proses yang terjadi juga cukup instant nampaknya. ketemu, rangkul pinggulnya, ngobrol sedikit, setelah basa basi tersebut berhasil, diakhiri dengan ngewe. enak ? banget. rocker itu mempunyai 3 lisensi terbaik di dunia menurut gw. 1. lisensi mengambil perhatian publik, 2. lisensi mengkonsumsi zak adiktif dan psikotropika, 3. lisensi berbuat bebas sesuai dengan yang mereka suka.

nomor selanjutnya adalah salah satu lagu cinta yang berbahaya. tapi KISS selalu berhasil membuat lagu cinta yang tidak bertele tele. lagu Parasite cukup singkap. dan favorite gw adalah ketika masuk bagian "parasite lady, parasite eyes, parasite lady, no need to cry" luar biasa menghentak. mungkin karena lirik keseluruhannya gw suka, maka gw merasakan eargasm dilagu ini. Parasite berada di track 8 album ini.

dan siang ini gw tutup dengan irama sempurna Baby Let Me Go Rock And Roll. biarkan gw pergi untuk suatu pertunjukan nanti malam. entah dimana dan oleh siapa pertunjukan tersebut. kenapa siang ini dan atas album Alive ini tidak gw akhiri klimaks dengan lagu Rock And Roll All Nite ? karena gw tahu, bagaimana cara memasang lagu Rock And Roll All Nite disaat dan waktu yang tepat. dan malamnya gw akan berpesta seperti biasa didalam sudut terujung otak gw.

Thursday, March 31, 2011

24 Tahun Roxx

1 april 2011 akhirnya genap sudah usia salah satu band rock/thrash metal/heavy metal legenda indonesia, Roxx. salah satu pionir musik keras tanah air dan merupakah salah satu band yang menjadi panutan untuk band band keras jaman sekarang di indonesia, Roxx gw nilai sangat idealis dan tidak termakan jaman. sampai saat ini, detik ini gw nulis postingan yang satu ini, mereka masih konsisten dengan warna musik thrash yang kental terdengar pada beberapa lagu. postingan kali ini, gw angkat apresiasi tinggi gw kepada Roxx yang gw anggap sebagai salah satu pahlawan musik keras tanah air hingga saat ini.


pertama kali gw denger Roxx sekitar tahun 2003an kalo ngga salah, memang jauh sekali ketika masa kejayaan Roxx dan pertama kali saat gw dengar musik mereka. tapi apa daya, gw merupakan seorang angkatan 1991, setahun sebelum Album Hitam dari Roxx rilis dipasaran tanah air. sekitar tahun 2003 kalau gw ngga salah, waktu itu gw masuk jenjang pertama tingkat pendidikan putih biru. tapi syukurnya, kuping gw sudah terbiasa bising sejak kecil. ketika SD disaat teman sebaya gw tergila gila dengan Linkin Park, gw lebih memilih Misfits untuk menjadi band favorit gw, gw sempat dianggap "agak aneh" oleh teman sebangku gw karena gw selalu bilang ke dia kalau lagu Lepper Messiah, Creeping Death, dan Whiplash nya Metallica itu canggih.

kehidupan putih biru gw yang durjana, seringkali gw lewatkan dengan langsung pulang. gw lebih senang untuk menghabiskan waktu senja gw bersama beberapa orang teman rumah gw. tetangga gw dulu, si Alam itu satu angkatan sama gw dan kakaknya si bang Nanda adalah salah satu orang yang harus bertanggung jawab kenapa gw nyemplung didunia musik keras. bang Nanda ini udah gw anggap kayak perpustakaan musik, hampir semua band yang gw suka itu berkat rekomendasi dari dia. dan si Alam ini udah canggih banget selera musiknya untuk ukuran anak SMP. anak kelas 1 SMP, kemana mana bawa discman yang isinya cd Painkiller nya Judas priest, cuma Alam yang pernah gw temuin kayak gitu.

pertama kali gw denger Metallica pun atas jasa rekomendasi dari bang Nanda. dan waktu itu bang Nanda menyodorkan gw satu nama band rock indonesia yang kata dia keren, namanya Roxx. dia bilang ini band yang soundnya lumayan Metallica pada sekitaran 1990an di indonesia. apa salahnya gw denger Album Hitam waktu itu. 

kaset side A dari Album Hitam gw putar secara urut dari track nomer 1, Gontai. "wah ini kacau" kalimat pertama yang nempel diotak gw pas gw pertama denger lagu Gontai waktu itu. bang Nanda cuma cengar cengir sialan aja. lanjut ke track track berikutnya, ternyata di lagu 5cm gw baru lumayan merasakan aroma thrash yang cukup nikmat sekali. di Album Hitam ini, track jawara gw selain Rock Bergema adalah 5cm. luar biasa. suara gitar Jaya dan Iwan dibungkus rapih oleh alunan doubl pedal dari almarhum Ary. track Rock Bergema dan 5cm benar benar membuat gw lumayan teradiktifisasi Roxx pada saat itu.

untuk Album Hitam ini, ada semacam panggilan nista yang benar benar lo ngga bisa puas kalau denger lagu Gontai, 5cm, dan Rock Bergema cuma 1x. track track ini akan terulang dengan sendirinya secara otomatis karena tangan dan otak lo cukup sinkron menentukan yang mana yang sekiranya dahsyat dialbum ini. dan itu gw alami sendiri. 
 
kurang puas dengan deretan thrash dari Album Hitam karena hanya mendapatkan passion di 3 lagu tadi dan lagu Society Way, Price setelah hampir 1 bulan Album Hitam ini gw tempel secara terus menerus dikuping. gw bilang ke bang Nanda, apa Roxx punya album lain ? album Nol yang bungkusannya masih sangat manis dan bedanya kali ini tidak boleh gw pinjam ini dia kasih liat ke gw.

 kesan pertama gw terhadap cover albumnya bukan merupakan kesan yang membuat gw impressed untuk melihat dalamnya. untuk ukuran cover band rock, gw lumayan menganggap cover album ini kurang rock karena terkesan simple dengan tone warnanya terasa soft sekali. tapi tak apalah, mungkin track didalamnya bisa membenarkan anggap gw saat itu, dont judge a band by they cover album.

karena kaset ini tidak boleh dipinjam, setiap waktu pulang sekolah gw agak selalu mampir dulu kerumah band Nanda untuk sekedar mendalami album ini. lumayan memakan proses untuk menyerap materi album ini. gw suka 1 track, Putri Matahari sekitar 1 minggu hanya untuk 1 lagu. berlanjut juga dengan lagu Muak, Mr. J, dan Again. itu adalah track favorit gw pada album Nol ini.

tapi, pertemuan awal gw dengan Roxx terbilang cukup singkat. gw juga belum sempat khatam semua lagu di kedua album tersebut, bang Nanda dan Alam harus pindah dan ikut ayah mereka dinas yang bekerja di Deplu. dan ditambah lagi, pada tahun tersebut, Roxx baru memiliki 2 album. padahal di 2004 mereka mengeluarkan album Bergema Lagi. tapi tanpa bang Nanda, tidak ada yang membimbing saya dijalan musik Roxx.

singkat sekali memang, 2 album dalam waktu kurang dari 1 tahun gw melahap karya dari Roxx. memang belum semua materi di kedua album tersebut berhasil tercerna oleh telinga gw, tapi gw bisa menyimpulkan mereka salah satu jumawa dikalangan musik keras tanah air. dan bukan nampaknya bukan gw seorang yang bakal bilang kalau lagu Rock Bergema itu lagu ter oke dari Roxx, terdengar bersih sekali. dan pada waktu lagu itu rilis, musik rock sedang digandrungi kaum muda. makin jadilah lagu Rock Bergema sebagai anthem pada masanya.

di tahun 2004 saat Roxx mengeluarkan album Bergema Lagi, gw tidak tahu kalau mereka rilis dan sama sekali gw belum mendengar isi dari album tersebut. apalagi ketika mereka mengeluar album Retake sekitar tahun 2008 gw juga benar benar tidak tahu. gw hanya tahu beberapa tahun setelah 2008 lewat media baca. ya, apapun yang terjadi, bagi gw Roxx tetap salah satu yang paling berenergi untuk ukuran band lokal.









Tuesday, March 22, 2011

Louie Louie

hasil browsing di youtube barusan, mengingatkan gw akan satu hal. ternyata (sepengetahuan gw) lagu Louie Louie dari mbah Richard Berry itu salah satu yang paling banyak dicover. lagu yang rilis sekitaran tahun 1957 di cover oleh beberapa musis canggih, lebih dari 10 versi nampaknya, gw tidak tahu pasti ada berapa. mulai dari versi rock, pop, punk rock, sampai heavy pernah mencoba lagu ini unuk diaransemen ulang.

 Richard Berry

Mulai dari The Kingsmen, The Beach Boys, Paul Revere & The Raiders, Stanley Clark & George Duke, Joan Jet And Blackhearts, Patti Smith, Iggy Pop, Motorhead, The Clash, Pretenders, The Who, Smashing Pumpkins, The Sonic, The Kinks, sampai Black Flag dan mungkin masih banyak lagi musisi yang mengcover lagu ini tapi gw tidak tahu. 


 
versi original Louie Louie dari Richard Berry

sebegitu canggihnya kah lagu ini ? sangat canggih kalo menurut gw. buktinya sudah sangat konkret dengan dicover oleh musisi musisi keren dibawah ini. buat gw, Louie Louie versi Iggy Pop lah yang menjadi juara dikuping gw (terlepas dari versi aslinya). dengan kebrengsekan dan energi tersendirinya, Iggy Pop betul betul sukses gw membuat gw untuk memilih kalo dialah pelantun cover lagu Louie Louie terbaik menurut gw.

ini beberapa video cover Louie Louie yang paling cukup menarik dari berbagai versi:

  
The Clash


 
Motorhead

  
The Kingsmen


 
Patti Smith

  
Bruce Springsten


 
Black Flag


 
Iggy Pop


 
Joan Jett & The Blackhearts


 
The Kinks


 
The Beach Boys

coba dengar dan rasakan sendiri perbedaan dari beberapa versi diatas. mungkin anda punya versi terbaik menurut anda sendiri. silahkan sekali. yang jelas, secara benang merah yang menghubungkan versi ini semua adalah bagaimana karya magis dari Richard Berry ini benar benar sanggup menghipnotis beberapa musisi dunia untuk mengcover lagu ini. masih banyak lagi Louie Louie dari lain versi yang tidak memungkinkan untuk dimuat disini satu persatu. well, let's give it to 'em right now !!










Monday, March 21, 2011

Ketika Gimbal Tidak Harus Reggae

pernah suatu saat gw denger lagu dari bung Tony Q Rastafara (si pakar reggae nasional) yang judulnya Reggae Dot Com, disitu ada potongan lirik yang bunyinya "reggae ngga harus gimbal, gimbal ngga selalu reggae"

pas denger lagu itu, di otak gw cuma kepikiran 1 kalimat: "apakah si bung Tony Q Rastafara juga dengerin Bad Brains ?" 

dan jawaban dari pertanyaan gw itu belum gw temukan jawabannya selama gw belum nanya langsung ke si bung Tony Q. namun, lirik yang dia bikin tadi terasa sangat  tepat sekali kalau lo tahu tentang band asal washington yang akan gw tulis kali ini, Bad Brains.


apa yang ada dipikiran lo kalo liat gambar diatas ? kalo lo emang ngga tau band nya, gw berani bertaruh atas kepala gw kalo lo bakal mengira ini band reggae. jelas sekali terlihat dari ciri fisik mereka. mulai dari rambut gimbal, topi anyaman besar, sampe aksesoris yang berbau merah kuning hijau

tapi setelah lo mendownload dan mendengar lagu mereka, anggapan lo soal mereka itu reggae akan diberangus habis oleh sound yang mereka buat, dan muka lo serasa mendapat pukulan telak ketika lo mulai memutar satu persatu track cadas dari mereka. mereka memainkan hardcore punk. yeaaaaaaaaaaah !!! bahkan Bad Brains juga sempat dikatakan sebagai salah satu bentuk pergerakan dari kaum rastafari. 

mereka juga terinfluence oleh beberapa band canggih macam Black Sabbath, Sex Pistols, The Dickies, sampai Dead Boys. makanya, tidak heran kalau musik mereka terkesan campur aduk. tapi buat gw mereka itu salah satu yang terkeren diantara para pionir musik underground di amrik pada saat itu. mereka juga memasukan beberapa elemen musik seperti reggae, funk, fusion, ska, sampai heavy metal kedalam musik mereka. dan buat gw pribadi itu bukan perkara mudah, sehingga Bad Brains menjadi salah satu band yang gw anggap pintar nan kreatif.

faktor lain yang membuat gw makin suka sama Bad Brains adalah mereka pernah main di CBGB dan semua penonton sangat menikmati aksi mereka disitu. itu membuktikan kualitas mereka dalam bermusik. tiada band busuk yang pernah main didalam CBGB.



Bad Brains juga merupakan salah satu band yang cukup jarang gonta ganti personil, itu adalah salah satu poin plus yang membuat gw suka dengan mereka. hanya pada posisi vokalis H.R sempat digantikan oleh Chuck Mosley (1990-1991) dan Joseph (1991-1994) sisanya dari sekitaran periode 1979 - 1990 posisi vokalis diisi oleh H.R dan H.R kembali ke posisi vokalis di tahun 1994 hingga saat ini setelah sempat vakum dari Bad Brains. 

meskipun pada awal terbentuknya Bad Brains, vokalis mereka adalah Sid McCray (1977-1979). sisanya suara H.R yang dinamis identik dengan Bad Brains. di posisi gitar dan bass ada Dr.Know dan Darryl Jennifer yang tidak tergantikan dari tahun 1979 sampai sekarang. sedangkan Earl Hudson aktif dari tahun 1979-1991, sempat diganti oleh Mackie Jayson tahun 1991-1994. setelah itu, Earl Hudson kembali mengisi singgasana drum pada Bad Brains setelah tahun 1994 sampai sekarang.




untuk urusan album, saran dari gw adalah album Rock For Light. album kedua dari mereka yang keluar pada tahun 1983. album ini berisi  banyak track track juara. pada tahun 1991 album ini di remix ulang, dan isinya menjadi lebih luar biasa. semacam kompilasi sakit jiwa kalau lo denger semua lagu disini. mulai dari Attitude, F.V.K, Coptic Times, Destroy Babylon, The Meek, How Low Can A Punk Get?, Big Takeover, Joshua's Song, I And I Survive, Rock For Light, Banned In DC, dan masih sangat banyak lagi. 

dengar album ini dengan konstan, niscaya energimu akan naik menjadi 3x lipat. Gw sangat percaya diri kalau rekomendasi album ini tidak akan ditolak oleh para pecinta musik hardcore punk, atau minimal mereka akan menimbang lebih untuk album ini. album ini juga digarap oleh formasi Bad Brains favorit gw, H.R, Dr. Know, Darryl Jennifer, dan Earl Hudson.



ini salah satu video Bad Brains favorit gw. suasana panggung terlihat sangat chaos dan berenergi sekali. ada pernyataan yang muncul pula ditunjukan untuk H.R sang vokalis, "like James Brown gone berkserk, with a hyperkinetic reportoire of spins, dives, back-flip, splits, and skanks." yang bisa menggambarkan sedikit betapa gilanya H.R dan band yang satu ini ketika beraksi dipanggung.

Thursday, March 17, 2011

Motley's Magic

akhir akhir ini gw seperti sedang menemukan jalan keproduktifitasan gw dalam menulis. gw pribadi pun ngga nyangka kalo bakal ada postingan secepet ini. inspirasi emang dateng darimana mana. tapi malam ini gw sedikit menjadi lebih mellow. ya silahkan tertawa sepuasnya, tapi ini nyata. dosa ? tentu tidak.

malam ini gw terhipnotis oleh salah satu lagu dari band glam rock papan atas amerika, Motley Crue. siapa yang tidak tahu mereka ? minimal 1/8 penduduk bumi pernah mendengar lagu Home Sweet Home atau Kickstart My Heart dari mereka.


dari album Shout At Devil yang rilis 26 september 1983 di California sana, ada beberapa hits yang sangat ear catching untuk gw pribadi. track jagoan gw untuk album ini tentu saja Looks That Kill, Shout At Devil, Bastard, dan Red Hot. juara banget lah pokoknya. tapi sejujurnya dari pertama kali gw denger album ini, cuma 4 lagu ini aja yang sering gw puter berulang kali, gw agak menutup telinga untuk beberapa lagu sisanya. sesekali mungkin gw play, tapi ya sekedar lewat soundnya, ngga nempel dikuping.

nah, dimalam yang semi brengsek ini, gw memutuskan untuk mereview ulang album ini. dan ternyata ada salah satu track magic yang setelah gw denger beberapa kali, lagu ini punya daya magis untuk menarik minat gw supaya menjadikan track favorit juga dari album ini. Too Young To Fall In Love, itu judulnya.



romansa sekali memang judulnya. ya memang benar, lagu Motley Crue yang satu ini mengandung lirik yang cukup romansa menurut gw. denger 1x masih biasa aja, yang ke 2x masih biasa tapi kayak ada rasa sedikit seru dikuping gw untuk lagu ini, nah di giliran pemutaran lagu ke 3x kali baru gw tergerak buat nyoba denger lagu ini dengan seksama.

dan hasilnya, lumayan menggugah gw pribadi. liriknya cukup untuk membuat berpikir ke beberapa tahun terakhir, ya apalagi selain soal asmara. tapi poin plus dilagu ini menurut gw adalah bagaimana Motley Crue berhasil membuat lagu dengan lirik lembut, tetapi tidak terdengar mendayu dayu. kalo menurut kamus pribadi gw, ini lagu cinta yang tidak terlalu cinta. ya something like that lah intinya. 

seorang Edy Khemod (drummer Seringai) pun pernah bilang ke gw, kalo punya masalah tentang cinta, lagu Motley Crue obatnya. tapi waktu dia ngasih statement kayak gitu, dikepala gw masih ada Aerosmith, The Smiths, dan Bon Jovi untuk juara lagu ballad. tapi setelah gw mendengar track yang satu ini, pandangan gw agak sedikit berubah untuk Motley Crue. mereka juga lumayan juara untuk soal lagu ballad.

singkatnya, lirik di lagu ini bercerita soal dua orang anak muda yang lagi pacaran, lalu salah satu dari mereka itu berpikir kalo sebenernya pacaran itu ngga gampang, ribet, dan bisa bikin bahaya untuk keduanya. akhirnya mereka sadar kalo ternyata mereka itu terlalu muda untuk jatuh cinta dan belum bisa buat ngejalanin secara serius. sependengaran gw sih kayak gitu inti liriknya.

ini dia videonya, silahkan nikmati dan nilai sendiri :
 


Wednesday, March 16, 2011

Kenapa Harus Black Flag ?

pagi nan absurb. hari ini lagi lagi gw harus melambaikan tangan untuk kuliah kelas pagi gw. badan gw berat sekali ditambah kondisi tenggorokan meradang dan kepala yang lumayan gontai. maaf ya untuk ibu dan ayah, hari ini lagi lagi uang mu terbuang sia sia. tapi ya sudahlah, apa mau dikata.

itu sedikit cerita pendek dipagi hari pertengahan maret ini. dan saat ini gw duduk didepan komputer diiringi oleh lagu lagu Black Flag. mereka adalah salah satu band punk rock paling megah yang pernah gw denger. bukan megah juga sih sebenernya, tapi gw agak kehabisan ungkapan buat punk rock yang satu ini. ya intinya mereka salah satu band paling dahsyat di telinga gw.

kenapa harus Black Flag (dan gudang garam filter tentunya) yang harus menjadi sarapan gw pagi ini ? ini yang akan gw jabarkan sedikit.


bukan bermaksud mengajari atau lebih lebih menggurui, tapi untuk siapa pun yang membaca postingan kali ini dan ternyata lo adalah seorang yang merasa kalo hidup lo itu lurus aja, ngga seru, sendirian, lemes terus, ya intinya lo merasa salah satu bagian yang termarjinalkan, coba ikutin saran gw kali ini.

dengar suara parau dan alunan musik urakan dari Black Flag. dari segi musik, mungkin kalo emang lo suka, musik mereka bisa sangat membantu lo keluar dari kepenatan. lo bisa lepasin semua rasa bosen lo, lo bisa bikin moshpit seru disudut imajinasi lo dan coba lo nikmatin dengan sangat. kalo lo ngga terlalu suka sama musiknya, mereka setidaknya bisa bantu lo buat goyangin kepala dan bikin lo teriak "ANJING" tanpa lo sadarin. musik Black Flag itu komplit. sederhana dan memuaskan.



sedangkan kalo dari segi lirik, mereka juara sekali kalo menurut gw. apa sih masalah lo ? kayaknya lagu mereka bisa menjadi mediasi yang pas buat masalah lo. mulai dari soal cinta sampe kritik sosial Black Flag sangat mengerti bagaimana cara melepaskan beban dengan sudut pandang bersenang senang.

ada lagu Depression buat lo yang emang bermasalah dengan kesendirian lo. lagu Family Man ini salah satu favorit gw, karena isi nya tentang ngambil istri dan anak orang. kalo lo bermasalah dengan cinta, Black Flag punya track juara, Bastard In Love dan Black Flag terasa sangat romantis pada lagu I Love You. Drinking And Driving menceritakan tentang kebiasaan orang yang sudah penat bekerja selama berhari hari lalu mereka memutuskan buat mabok, mabok disini sebatas untuk have fun dan ngelepasin beban, dan sebenernya lo bisa berenti minum kapan aja lo mau, bukan karena lo teradiktifisasi alkohol trus lo ngga bisa berenti minum.


lagu Police Story gw rasa bakal banyak banget yang suka di Indonesia, lagu tentang kemuakan dan rasa nista lo kepada polisi yang sering kali semena mena dan munafik. My War bercerita tentang sahabat lo ternyata adalah seseorang yang harus lo perangi, dahsyat. 1 kata untuk lagu Slip It In yang isinya tentang penyesalan dan kecerobohan adalah GILA !!! lagu No Deposit, No Return liriknya sangat singkat dan akan membuat anda berfikir kalau semua hal ada timbal baliknya.

masih banyak lagi lagu lagu keren lainnya dari Black Flag yang ngga mungkin gw jabarin satu satu disini. track track diatas merupakan beberapa track favorit gw. lo bisa belajar banyak dari band punk rock yang satu ini. mulai dari sudut pandang sampai instrumentnya. instrument mereka juga ngga terlalu sulit untuk ditekuni. coba bandingkan antara Black Flag yang sederhana namun berbobot dengan band yang riff gitar nya penuh, tirurit tirurit segala macem, ribet dikuping, tapi isi lagunya cuma sekedar tentang cinta bullshit semata ? agak kurang mendidik kayaknya. no offense mate.


itulah sedikit uraian singkat gw tentang, kenapa harus Black Flag ?

Monday, March 14, 2011

Old Suicidal

Suicidal Tendencies 1983
the best formation of Suicidal Tendencies with their first album


Friday, March 11, 2011

Flip Hat dan Album

minggu ini bisa dibilang sebagai minggu yang cukup memuaskan buat jiwa gw. terlebih dalam bidang musik. karena minggu ini gw berhasil mendapatkan barang untuk menambah koleksi musik gw. selain baju band tentunya. lumayan lah buat turunan nanti ke anak gw.

untuk item yang pertama, flip hat Seringai. ini barang yang emang beneran gw cari. dan akhir akhir ini, stoknya udah agak menipis di Omunium Bandung dan Howling Wolf Jakarta. udah sekitar dari 1 bulan yang lalu gw ngidam sama ini topi. tapi apa daya tidak ada waktu untuk mampir sebentar ke kedua toko itu. akhirnya, hari senin kemarin gw sempetin buat mampir ke Howling Wolf, dan yak, ternyata stok topinya tinggal 1. dan syukur alhamdulillah akhirnya gw dapet barang yang terakhir. abis gw dapet ini topi, gw sempet telfon temen gw yang kerja di Omunium, ternyata di Omunium stok topi ini udah habis. YEAAAH !!! 


High Octane Flip Hat
gapapa lah narsis dikit, toh topinya juga keren


nah, barang yang kedua ini lumayan seru dan agak cukup beruntung gw dapetnya. album Cross Road dari Bon Jovi. hari kamis gw selesai kuliah siang, sekitar jam 3an gw meluncur ke pasar barang bekas di bandung. niatnya nemenin temen gw yang mau nyari gitar bekas. masuk ke bagian musik, liat cd macem macem, banyak banget yang keren keren. yang paling mencolok mata gw waktu itu adalah cd Killing The Dragon nya Ronnie James Dio. tapi setelah berpikir sekitar 15 menit dan kondisi kantong juga kurang bisa diajak kompromi, gw takutnya kalo udah beli cd Dio yang duluan, nanti kalo ada cd lain yang lebih oke, mustahil gw beli 2 cd. bisa ngga makan 3 hari. gw lanjutin petualangan mata gw kearah tumpukan rak cd bekas itu, dari yang artisnya gw tau sampe yang artisnya denger pun gw ngga pernah. di akhir akhir pencarian gw yang kayaknya gw bakal pulang cuma dapet zonk belaka, tuhan menunjukan jalannya kalau hari  itu gw emang harus beli cd.

diantara tumpukan cd Meat Is Murder nya The Smiths dan The Greatest Hits nya Ramones (ini gw masih inget banget tumpukan cd nya) ada cd Cross Road dari Bon Jovi. wow banget rasanya, dan untungnya cd Meat Is Murder nya The Smiths sama The Greatest Hits nya Ramones gw udah punya, jadi ngga bikin gw tambah bimbang milih cd mana yang harus gw beli, karena budgetnya emang cuma cukup buat 1 cd. yang bikin gw bimbang antara cd Ronnie James Dio tadi dan Bon Jovi ini. gw liat bungkusnya masih oke, tes di setel juga soundnya masih kece banget. dan akhir akhir ini gw emang lagi sering mengulang memori lagu lagu Bon Jovi. berhubung pas java jazz kemaren temen gw si Almira, dapet desas desus kalo tim java festival production sedang mengusahakan Bon Jovi untuk jadi headline di java rockinland 2011 dan ditambah mantan gw si kacamata juga udah janji kalo Bon Jovi emang beneran dateng kemari dia mau nemenin gw nonton. makin kuat lah tekad gw buat beli cd Cross Road ini. hehehehe.

misalkan Bon Jovi beneran dateng, trus gw nonton bareng si kacamata, ini bisa jadi salah satu moment konser gw yang cukup seru. apalagi si kacamata dulu sempet gw cekokin lagu lagu ballad mematikan dari Bon Jovi dan dia suka loh. sukses berat nularin aura musik rock ke cewe kalem. setlist di album ini juga merupakan lagu lagu Bon Jovi favorit gw, kayak Bed Of Roses, Blaze Of Glory, Livin On A Prayer, Runaway, dan masih banyak lagi. tanpa pikir panjang, langsung gw sikat itu cd. bungkus lalu bawa pulang. semoga pertemuan gw dengan cd Cross Road ini adalah sinyal baik untuk Bon Jovi beneran bisa konser di Jakarta nanti. crowdnya seru, soundnya gila, setlistnya asik, bareng si kacamata tentunya.

album Cross Road dari Bon Jovi
yang gw dapet secara tidak sengaja



Sunday, February 27, 2011

Iron Maiden Live Jakarta

akhirnya penantian panjang beberapa metalhead jakarta jadi kenyataan, setelah band legendaris heavy metal asal inggris, Iron Maiden menyambangi pantai carnaval ancol.

terlihat sekali antusiasme para penikmat Iron Maiden atau Troopers (fans Iron Maiden) sudah memenuhi pintu masuk gerbang konser tersebut ketika jam masih menunjukan sekitar pukul 17.00 wib, padahal dijadwalkan Iron Maiden on stage pada jam 21.00 wib.

bersama hadist dan yudo, kami bertiga berangkat dari fatmawati menuju ancol. sepanjang perjalanan benar benar dilanda rasa tidak sabar. dan ketika kami memasuki ancol, dalam hati gw "tai ini mah beneran om om semua yang nonton".

kami terlihat seperti Troopers kemarin sore, karena yang datang ke konser tersebut bisa digolongkan seusia 30 tahun ke atas, ada beberapa yang sepantaran dengan kami, tapi ya kami menjadi minoritas. konser ini seperti menjadi ajang reuni para metalhead metalhead lawas. hahahaha.


sekitar jam 18.00 wib gerbang sudah dibuka. tanpa sabar semua trooper merangsek masuk ke dalam venue. ternyata perkiraan konser meleset, biasa lah namanya juga Indonesia. Rise To Remain (band opening act Iron Maiden) on stage pada sekitar pukul 20.00 wib, ngaret 1 jam dari jadwal yang kami pegang.

akhirnya, yang dinanti nanti dan ditunggu tunggu, Iron Maiden memasuki stage pada pukul 22.20 wib. bahkan ada beberapa bapak bapak yang menunggu kedatangan Iron Maiden sekitar hampir 25 tahun. ketika Iron Maiden keluar, diawali oleh Nicko McBrain (drummer Iron Maiden) yang menyapa penonton, sambutan mewah segera diberikan. teriakan, bahkan tangisan histeris menggema seisi venue. luar biasa. ya itu semau karena mereka Iron Maiden. aroma nya legendaris sekali. dalam rangkaian Final Frontier Tour ini, mereka membawakan 16 lagu.

berikut setlist nya :
1. satelite 15... the final frontier
2. el dorado
3. 2 minutes to midnight
4. coming home
5. dance of death
6. the trooper
7. blood brothers
8. the wicker man
9. when the wild wind blows
10. the talisman
11. the evil that men do
12. fear of the dark
13. iron maiden
14. the number of the beast
15. halloweed be thy name
16. running free

ketika lagu pertama, yaitu satelite15...the final frontier semua penonton benar benar terdengar sangat excited sekali mengawali konser ini.

apalagi ketika lagu ke 3, yang notabene nya salah satu hits lawas nan megah dibawakan, 2 minutes to midnight, penonton terlihat sangat kegirangan dan sing a long besar besaran terjadi di ancol kala itu.

pada lagu blood blothers, Bruce sempat menyapa penonton. terjadi obrolan obrolan pendek dengan crowd. mungkin salah satu cara Bruce untuk membangkitkan semangat blood brother itu sendiri.

lagu the talisman merupakan salah satu yang saya tunggu tunggu, karena menjadi track favorit saya pada album the final frontier. pada lagu ini, saya benar benar menyembah kagum pada Steve Harris (bassist Iron Maiden) salah satu influence saya. yang biasa nya saya lihat di youtube, akhirnya dia berdiri tegap didepan kedua mata saya. momen bersejarah.

kredit plus yang saya berikan pada Bruce Dickinson (vokalis Iron Maiden) pada lagu the trooper. bruce menggunakan baju tentara merah inggris, lengkap dengan bendera union jack yang robek robek ciri khas eddie the trooper. gagah sekali

ketika lagu fear of the dark, sing a long koor "ooooooo ooooooo ooooooo ooooooo" diawal intro lagu, benar benar membuat merinding bulu roma. benar benar WOW disini. no more word for this song, sempurna.

setelah itu, sang maskot, Eddie keluar pada lagu Iron Maiden. lucu sekali ketika ada sebuah moment ketika si Eddie mempraktekan gerakan coli dipanggung.

setelah itu, disaat encore pada 3 lagu terakhir, terlihat sekali semua penonton berjingkrakan, bernyanyi bersama, semua energi dikeluarka lepas seakan besok akan kiamat dan Iron Maiden tidak akan pernah kembali lagi ke jakarta. semua penonton terliaht sangat puas. penantian lama terbayar sudah. semua suasana bercampur jadi satu. haru, senang, sedih, ya pokoknya semua nya. salah satu konser paling akbar yang pernah saya lihat.

saya ingat betul kata kata Syam Imam (ketua Indo Troopers) "bumi indonesia belum sejahtera jika belum didatangi Iron Maiden" itu seperti ungkapan yang menggambarkan betapa besarnya Iron Maiden.

demikian review singkat saya soal konser Iron Maiden jakarta pada 17 februari 2011.
terima kasih Bruce Dickinson, Janick Gers, Dave Murray, Adrian Smith, Steve Harris, Nicko McBrain.