Thursday, March 31, 2011

24 Tahun Roxx

1 april 2011 akhirnya genap sudah usia salah satu band rock/thrash metal/heavy metal legenda indonesia, Roxx. salah satu pionir musik keras tanah air dan merupakah salah satu band yang menjadi panutan untuk band band keras jaman sekarang di indonesia, Roxx gw nilai sangat idealis dan tidak termakan jaman. sampai saat ini, detik ini gw nulis postingan yang satu ini, mereka masih konsisten dengan warna musik thrash yang kental terdengar pada beberapa lagu. postingan kali ini, gw angkat apresiasi tinggi gw kepada Roxx yang gw anggap sebagai salah satu pahlawan musik keras tanah air hingga saat ini.


pertama kali gw denger Roxx sekitar tahun 2003an kalo ngga salah, memang jauh sekali ketika masa kejayaan Roxx dan pertama kali saat gw dengar musik mereka. tapi apa daya, gw merupakan seorang angkatan 1991, setahun sebelum Album Hitam dari Roxx rilis dipasaran tanah air. sekitar tahun 2003 kalau gw ngga salah, waktu itu gw masuk jenjang pertama tingkat pendidikan putih biru. tapi syukurnya, kuping gw sudah terbiasa bising sejak kecil. ketika SD disaat teman sebaya gw tergila gila dengan Linkin Park, gw lebih memilih Misfits untuk menjadi band favorit gw, gw sempat dianggap "agak aneh" oleh teman sebangku gw karena gw selalu bilang ke dia kalau lagu Lepper Messiah, Creeping Death, dan Whiplash nya Metallica itu canggih.

kehidupan putih biru gw yang durjana, seringkali gw lewatkan dengan langsung pulang. gw lebih senang untuk menghabiskan waktu senja gw bersama beberapa orang teman rumah gw. tetangga gw dulu, si Alam itu satu angkatan sama gw dan kakaknya si bang Nanda adalah salah satu orang yang harus bertanggung jawab kenapa gw nyemplung didunia musik keras. bang Nanda ini udah gw anggap kayak perpustakaan musik, hampir semua band yang gw suka itu berkat rekomendasi dari dia. dan si Alam ini udah canggih banget selera musiknya untuk ukuran anak SMP. anak kelas 1 SMP, kemana mana bawa discman yang isinya cd Painkiller nya Judas priest, cuma Alam yang pernah gw temuin kayak gitu.

pertama kali gw denger Metallica pun atas jasa rekomendasi dari bang Nanda. dan waktu itu bang Nanda menyodorkan gw satu nama band rock indonesia yang kata dia keren, namanya Roxx. dia bilang ini band yang soundnya lumayan Metallica pada sekitaran 1990an di indonesia. apa salahnya gw denger Album Hitam waktu itu. 

kaset side A dari Album Hitam gw putar secara urut dari track nomer 1, Gontai. "wah ini kacau" kalimat pertama yang nempel diotak gw pas gw pertama denger lagu Gontai waktu itu. bang Nanda cuma cengar cengir sialan aja. lanjut ke track track berikutnya, ternyata di lagu 5cm gw baru lumayan merasakan aroma thrash yang cukup nikmat sekali. di Album Hitam ini, track jawara gw selain Rock Bergema adalah 5cm. luar biasa. suara gitar Jaya dan Iwan dibungkus rapih oleh alunan doubl pedal dari almarhum Ary. track Rock Bergema dan 5cm benar benar membuat gw lumayan teradiktifisasi Roxx pada saat itu.

untuk Album Hitam ini, ada semacam panggilan nista yang benar benar lo ngga bisa puas kalau denger lagu Gontai, 5cm, dan Rock Bergema cuma 1x. track track ini akan terulang dengan sendirinya secara otomatis karena tangan dan otak lo cukup sinkron menentukan yang mana yang sekiranya dahsyat dialbum ini. dan itu gw alami sendiri. 
 
kurang puas dengan deretan thrash dari Album Hitam karena hanya mendapatkan passion di 3 lagu tadi dan lagu Society Way, Price setelah hampir 1 bulan Album Hitam ini gw tempel secara terus menerus dikuping. gw bilang ke bang Nanda, apa Roxx punya album lain ? album Nol yang bungkusannya masih sangat manis dan bedanya kali ini tidak boleh gw pinjam ini dia kasih liat ke gw.

 kesan pertama gw terhadap cover albumnya bukan merupakan kesan yang membuat gw impressed untuk melihat dalamnya. untuk ukuran cover band rock, gw lumayan menganggap cover album ini kurang rock karena terkesan simple dengan tone warnanya terasa soft sekali. tapi tak apalah, mungkin track didalamnya bisa membenarkan anggap gw saat itu, dont judge a band by they cover album.

karena kaset ini tidak boleh dipinjam, setiap waktu pulang sekolah gw agak selalu mampir dulu kerumah band Nanda untuk sekedar mendalami album ini. lumayan memakan proses untuk menyerap materi album ini. gw suka 1 track, Putri Matahari sekitar 1 minggu hanya untuk 1 lagu. berlanjut juga dengan lagu Muak, Mr. J, dan Again. itu adalah track favorit gw pada album Nol ini.

tapi, pertemuan awal gw dengan Roxx terbilang cukup singkat. gw juga belum sempat khatam semua lagu di kedua album tersebut, bang Nanda dan Alam harus pindah dan ikut ayah mereka dinas yang bekerja di Deplu. dan ditambah lagi, pada tahun tersebut, Roxx baru memiliki 2 album. padahal di 2004 mereka mengeluarkan album Bergema Lagi. tapi tanpa bang Nanda, tidak ada yang membimbing saya dijalan musik Roxx.

singkat sekali memang, 2 album dalam waktu kurang dari 1 tahun gw melahap karya dari Roxx. memang belum semua materi di kedua album tersebut berhasil tercerna oleh telinga gw, tapi gw bisa menyimpulkan mereka salah satu jumawa dikalangan musik keras tanah air. dan bukan nampaknya bukan gw seorang yang bakal bilang kalau lagu Rock Bergema itu lagu ter oke dari Roxx, terdengar bersih sekali. dan pada waktu lagu itu rilis, musik rock sedang digandrungi kaum muda. makin jadilah lagu Rock Bergema sebagai anthem pada masanya.

di tahun 2004 saat Roxx mengeluarkan album Bergema Lagi, gw tidak tahu kalau mereka rilis dan sama sekali gw belum mendengar isi dari album tersebut. apalagi ketika mereka mengeluar album Retake sekitar tahun 2008 gw juga benar benar tidak tahu. gw hanya tahu beberapa tahun setelah 2008 lewat media baca. ya, apapun yang terjadi, bagi gw Roxx tetap salah satu yang paling berenergi untuk ukuran band lokal.









Tuesday, March 22, 2011

Louie Louie

hasil browsing di youtube barusan, mengingatkan gw akan satu hal. ternyata (sepengetahuan gw) lagu Louie Louie dari mbah Richard Berry itu salah satu yang paling banyak dicover. lagu yang rilis sekitaran tahun 1957 di cover oleh beberapa musis canggih, lebih dari 10 versi nampaknya, gw tidak tahu pasti ada berapa. mulai dari versi rock, pop, punk rock, sampai heavy pernah mencoba lagu ini unuk diaransemen ulang.

 Richard Berry

Mulai dari The Kingsmen, The Beach Boys, Paul Revere & The Raiders, Stanley Clark & George Duke, Joan Jet And Blackhearts, Patti Smith, Iggy Pop, Motorhead, The Clash, Pretenders, The Who, Smashing Pumpkins, The Sonic, The Kinks, sampai Black Flag dan mungkin masih banyak lagi musisi yang mengcover lagu ini tapi gw tidak tahu. 


 
versi original Louie Louie dari Richard Berry

sebegitu canggihnya kah lagu ini ? sangat canggih kalo menurut gw. buktinya sudah sangat konkret dengan dicover oleh musisi musisi keren dibawah ini. buat gw, Louie Louie versi Iggy Pop lah yang menjadi juara dikuping gw (terlepas dari versi aslinya). dengan kebrengsekan dan energi tersendirinya, Iggy Pop betul betul sukses gw membuat gw untuk memilih kalo dialah pelantun cover lagu Louie Louie terbaik menurut gw.

ini beberapa video cover Louie Louie yang paling cukup menarik dari berbagai versi:

  
The Clash


 
Motorhead

  
The Kingsmen


 
Patti Smith

  
Bruce Springsten


 
Black Flag


 
Iggy Pop


 
Joan Jett & The Blackhearts


 
The Kinks


 
The Beach Boys

coba dengar dan rasakan sendiri perbedaan dari beberapa versi diatas. mungkin anda punya versi terbaik menurut anda sendiri. silahkan sekali. yang jelas, secara benang merah yang menghubungkan versi ini semua adalah bagaimana karya magis dari Richard Berry ini benar benar sanggup menghipnotis beberapa musisi dunia untuk mengcover lagu ini. masih banyak lagi Louie Louie dari lain versi yang tidak memungkinkan untuk dimuat disini satu persatu. well, let's give it to 'em right now !!










Monday, March 21, 2011

Ketika Gimbal Tidak Harus Reggae

pernah suatu saat gw denger lagu dari bung Tony Q Rastafara (si pakar reggae nasional) yang judulnya Reggae Dot Com, disitu ada potongan lirik yang bunyinya "reggae ngga harus gimbal, gimbal ngga selalu reggae"

pas denger lagu itu, di otak gw cuma kepikiran 1 kalimat: "apakah si bung Tony Q Rastafara juga dengerin Bad Brains ?" 

dan jawaban dari pertanyaan gw itu belum gw temukan jawabannya selama gw belum nanya langsung ke si bung Tony Q. namun, lirik yang dia bikin tadi terasa sangat  tepat sekali kalau lo tahu tentang band asal washington yang akan gw tulis kali ini, Bad Brains.


apa yang ada dipikiran lo kalo liat gambar diatas ? kalo lo emang ngga tau band nya, gw berani bertaruh atas kepala gw kalo lo bakal mengira ini band reggae. jelas sekali terlihat dari ciri fisik mereka. mulai dari rambut gimbal, topi anyaman besar, sampe aksesoris yang berbau merah kuning hijau

tapi setelah lo mendownload dan mendengar lagu mereka, anggapan lo soal mereka itu reggae akan diberangus habis oleh sound yang mereka buat, dan muka lo serasa mendapat pukulan telak ketika lo mulai memutar satu persatu track cadas dari mereka. mereka memainkan hardcore punk. yeaaaaaaaaaaah !!! bahkan Bad Brains juga sempat dikatakan sebagai salah satu bentuk pergerakan dari kaum rastafari. 

mereka juga terinfluence oleh beberapa band canggih macam Black Sabbath, Sex Pistols, The Dickies, sampai Dead Boys. makanya, tidak heran kalau musik mereka terkesan campur aduk. tapi buat gw mereka itu salah satu yang terkeren diantara para pionir musik underground di amrik pada saat itu. mereka juga memasukan beberapa elemen musik seperti reggae, funk, fusion, ska, sampai heavy metal kedalam musik mereka. dan buat gw pribadi itu bukan perkara mudah, sehingga Bad Brains menjadi salah satu band yang gw anggap pintar nan kreatif.

faktor lain yang membuat gw makin suka sama Bad Brains adalah mereka pernah main di CBGB dan semua penonton sangat menikmati aksi mereka disitu. itu membuktikan kualitas mereka dalam bermusik. tiada band busuk yang pernah main didalam CBGB.



Bad Brains juga merupakan salah satu band yang cukup jarang gonta ganti personil, itu adalah salah satu poin plus yang membuat gw suka dengan mereka. hanya pada posisi vokalis H.R sempat digantikan oleh Chuck Mosley (1990-1991) dan Joseph (1991-1994) sisanya dari sekitaran periode 1979 - 1990 posisi vokalis diisi oleh H.R dan H.R kembali ke posisi vokalis di tahun 1994 hingga saat ini setelah sempat vakum dari Bad Brains. 

meskipun pada awal terbentuknya Bad Brains, vokalis mereka adalah Sid McCray (1977-1979). sisanya suara H.R yang dinamis identik dengan Bad Brains. di posisi gitar dan bass ada Dr.Know dan Darryl Jennifer yang tidak tergantikan dari tahun 1979 sampai sekarang. sedangkan Earl Hudson aktif dari tahun 1979-1991, sempat diganti oleh Mackie Jayson tahun 1991-1994. setelah itu, Earl Hudson kembali mengisi singgasana drum pada Bad Brains setelah tahun 1994 sampai sekarang.




untuk urusan album, saran dari gw adalah album Rock For Light. album kedua dari mereka yang keluar pada tahun 1983. album ini berisi  banyak track track juara. pada tahun 1991 album ini di remix ulang, dan isinya menjadi lebih luar biasa. semacam kompilasi sakit jiwa kalau lo denger semua lagu disini. mulai dari Attitude, F.V.K, Coptic Times, Destroy Babylon, The Meek, How Low Can A Punk Get?, Big Takeover, Joshua's Song, I And I Survive, Rock For Light, Banned In DC, dan masih sangat banyak lagi. 

dengar album ini dengan konstan, niscaya energimu akan naik menjadi 3x lipat. Gw sangat percaya diri kalau rekomendasi album ini tidak akan ditolak oleh para pecinta musik hardcore punk, atau minimal mereka akan menimbang lebih untuk album ini. album ini juga digarap oleh formasi Bad Brains favorit gw, H.R, Dr. Know, Darryl Jennifer, dan Earl Hudson.



ini salah satu video Bad Brains favorit gw. suasana panggung terlihat sangat chaos dan berenergi sekali. ada pernyataan yang muncul pula ditunjukan untuk H.R sang vokalis, "like James Brown gone berkserk, with a hyperkinetic reportoire of spins, dives, back-flip, splits, and skanks." yang bisa menggambarkan sedikit betapa gilanya H.R dan band yang satu ini ketika beraksi dipanggung.

Thursday, March 17, 2011

Motley's Magic

akhir akhir ini gw seperti sedang menemukan jalan keproduktifitasan gw dalam menulis. gw pribadi pun ngga nyangka kalo bakal ada postingan secepet ini. inspirasi emang dateng darimana mana. tapi malam ini gw sedikit menjadi lebih mellow. ya silahkan tertawa sepuasnya, tapi ini nyata. dosa ? tentu tidak.

malam ini gw terhipnotis oleh salah satu lagu dari band glam rock papan atas amerika, Motley Crue. siapa yang tidak tahu mereka ? minimal 1/8 penduduk bumi pernah mendengar lagu Home Sweet Home atau Kickstart My Heart dari mereka.


dari album Shout At Devil yang rilis 26 september 1983 di California sana, ada beberapa hits yang sangat ear catching untuk gw pribadi. track jagoan gw untuk album ini tentu saja Looks That Kill, Shout At Devil, Bastard, dan Red Hot. juara banget lah pokoknya. tapi sejujurnya dari pertama kali gw denger album ini, cuma 4 lagu ini aja yang sering gw puter berulang kali, gw agak menutup telinga untuk beberapa lagu sisanya. sesekali mungkin gw play, tapi ya sekedar lewat soundnya, ngga nempel dikuping.

nah, dimalam yang semi brengsek ini, gw memutuskan untuk mereview ulang album ini. dan ternyata ada salah satu track magic yang setelah gw denger beberapa kali, lagu ini punya daya magis untuk menarik minat gw supaya menjadikan track favorit juga dari album ini. Too Young To Fall In Love, itu judulnya.



romansa sekali memang judulnya. ya memang benar, lagu Motley Crue yang satu ini mengandung lirik yang cukup romansa menurut gw. denger 1x masih biasa aja, yang ke 2x masih biasa tapi kayak ada rasa sedikit seru dikuping gw untuk lagu ini, nah di giliran pemutaran lagu ke 3x kali baru gw tergerak buat nyoba denger lagu ini dengan seksama.

dan hasilnya, lumayan menggugah gw pribadi. liriknya cukup untuk membuat berpikir ke beberapa tahun terakhir, ya apalagi selain soal asmara. tapi poin plus dilagu ini menurut gw adalah bagaimana Motley Crue berhasil membuat lagu dengan lirik lembut, tetapi tidak terdengar mendayu dayu. kalo menurut kamus pribadi gw, ini lagu cinta yang tidak terlalu cinta. ya something like that lah intinya. 

seorang Edy Khemod (drummer Seringai) pun pernah bilang ke gw, kalo punya masalah tentang cinta, lagu Motley Crue obatnya. tapi waktu dia ngasih statement kayak gitu, dikepala gw masih ada Aerosmith, The Smiths, dan Bon Jovi untuk juara lagu ballad. tapi setelah gw mendengar track yang satu ini, pandangan gw agak sedikit berubah untuk Motley Crue. mereka juga lumayan juara untuk soal lagu ballad.

singkatnya, lirik di lagu ini bercerita soal dua orang anak muda yang lagi pacaran, lalu salah satu dari mereka itu berpikir kalo sebenernya pacaran itu ngga gampang, ribet, dan bisa bikin bahaya untuk keduanya. akhirnya mereka sadar kalo ternyata mereka itu terlalu muda untuk jatuh cinta dan belum bisa buat ngejalanin secara serius. sependengaran gw sih kayak gitu inti liriknya.

ini dia videonya, silahkan nikmati dan nilai sendiri :
 


Wednesday, March 16, 2011

Kenapa Harus Black Flag ?

pagi nan absurb. hari ini lagi lagi gw harus melambaikan tangan untuk kuliah kelas pagi gw. badan gw berat sekali ditambah kondisi tenggorokan meradang dan kepala yang lumayan gontai. maaf ya untuk ibu dan ayah, hari ini lagi lagi uang mu terbuang sia sia. tapi ya sudahlah, apa mau dikata.

itu sedikit cerita pendek dipagi hari pertengahan maret ini. dan saat ini gw duduk didepan komputer diiringi oleh lagu lagu Black Flag. mereka adalah salah satu band punk rock paling megah yang pernah gw denger. bukan megah juga sih sebenernya, tapi gw agak kehabisan ungkapan buat punk rock yang satu ini. ya intinya mereka salah satu band paling dahsyat di telinga gw.

kenapa harus Black Flag (dan gudang garam filter tentunya) yang harus menjadi sarapan gw pagi ini ? ini yang akan gw jabarkan sedikit.


bukan bermaksud mengajari atau lebih lebih menggurui, tapi untuk siapa pun yang membaca postingan kali ini dan ternyata lo adalah seorang yang merasa kalo hidup lo itu lurus aja, ngga seru, sendirian, lemes terus, ya intinya lo merasa salah satu bagian yang termarjinalkan, coba ikutin saran gw kali ini.

dengar suara parau dan alunan musik urakan dari Black Flag. dari segi musik, mungkin kalo emang lo suka, musik mereka bisa sangat membantu lo keluar dari kepenatan. lo bisa lepasin semua rasa bosen lo, lo bisa bikin moshpit seru disudut imajinasi lo dan coba lo nikmatin dengan sangat. kalo lo ngga terlalu suka sama musiknya, mereka setidaknya bisa bantu lo buat goyangin kepala dan bikin lo teriak "ANJING" tanpa lo sadarin. musik Black Flag itu komplit. sederhana dan memuaskan.



sedangkan kalo dari segi lirik, mereka juara sekali kalo menurut gw. apa sih masalah lo ? kayaknya lagu mereka bisa menjadi mediasi yang pas buat masalah lo. mulai dari soal cinta sampe kritik sosial Black Flag sangat mengerti bagaimana cara melepaskan beban dengan sudut pandang bersenang senang.

ada lagu Depression buat lo yang emang bermasalah dengan kesendirian lo. lagu Family Man ini salah satu favorit gw, karena isi nya tentang ngambil istri dan anak orang. kalo lo bermasalah dengan cinta, Black Flag punya track juara, Bastard In Love dan Black Flag terasa sangat romantis pada lagu I Love You. Drinking And Driving menceritakan tentang kebiasaan orang yang sudah penat bekerja selama berhari hari lalu mereka memutuskan buat mabok, mabok disini sebatas untuk have fun dan ngelepasin beban, dan sebenernya lo bisa berenti minum kapan aja lo mau, bukan karena lo teradiktifisasi alkohol trus lo ngga bisa berenti minum.


lagu Police Story gw rasa bakal banyak banget yang suka di Indonesia, lagu tentang kemuakan dan rasa nista lo kepada polisi yang sering kali semena mena dan munafik. My War bercerita tentang sahabat lo ternyata adalah seseorang yang harus lo perangi, dahsyat. 1 kata untuk lagu Slip It In yang isinya tentang penyesalan dan kecerobohan adalah GILA !!! lagu No Deposit, No Return liriknya sangat singkat dan akan membuat anda berfikir kalau semua hal ada timbal baliknya.

masih banyak lagi lagu lagu keren lainnya dari Black Flag yang ngga mungkin gw jabarin satu satu disini. track track diatas merupakan beberapa track favorit gw. lo bisa belajar banyak dari band punk rock yang satu ini. mulai dari sudut pandang sampai instrumentnya. instrument mereka juga ngga terlalu sulit untuk ditekuni. coba bandingkan antara Black Flag yang sederhana namun berbobot dengan band yang riff gitar nya penuh, tirurit tirurit segala macem, ribet dikuping, tapi isi lagunya cuma sekedar tentang cinta bullshit semata ? agak kurang mendidik kayaknya. no offense mate.


itulah sedikit uraian singkat gw tentang, kenapa harus Black Flag ?

Monday, March 14, 2011

Old Suicidal

Suicidal Tendencies 1983
the best formation of Suicidal Tendencies with their first album


Friday, March 11, 2011

Flip Hat dan Album

minggu ini bisa dibilang sebagai minggu yang cukup memuaskan buat jiwa gw. terlebih dalam bidang musik. karena minggu ini gw berhasil mendapatkan barang untuk menambah koleksi musik gw. selain baju band tentunya. lumayan lah buat turunan nanti ke anak gw.

untuk item yang pertama, flip hat Seringai. ini barang yang emang beneran gw cari. dan akhir akhir ini, stoknya udah agak menipis di Omunium Bandung dan Howling Wolf Jakarta. udah sekitar dari 1 bulan yang lalu gw ngidam sama ini topi. tapi apa daya tidak ada waktu untuk mampir sebentar ke kedua toko itu. akhirnya, hari senin kemarin gw sempetin buat mampir ke Howling Wolf, dan yak, ternyata stok topinya tinggal 1. dan syukur alhamdulillah akhirnya gw dapet barang yang terakhir. abis gw dapet ini topi, gw sempet telfon temen gw yang kerja di Omunium, ternyata di Omunium stok topi ini udah habis. YEAAAH !!! 


High Octane Flip Hat
gapapa lah narsis dikit, toh topinya juga keren


nah, barang yang kedua ini lumayan seru dan agak cukup beruntung gw dapetnya. album Cross Road dari Bon Jovi. hari kamis gw selesai kuliah siang, sekitar jam 3an gw meluncur ke pasar barang bekas di bandung. niatnya nemenin temen gw yang mau nyari gitar bekas. masuk ke bagian musik, liat cd macem macem, banyak banget yang keren keren. yang paling mencolok mata gw waktu itu adalah cd Killing The Dragon nya Ronnie James Dio. tapi setelah berpikir sekitar 15 menit dan kondisi kantong juga kurang bisa diajak kompromi, gw takutnya kalo udah beli cd Dio yang duluan, nanti kalo ada cd lain yang lebih oke, mustahil gw beli 2 cd. bisa ngga makan 3 hari. gw lanjutin petualangan mata gw kearah tumpukan rak cd bekas itu, dari yang artisnya gw tau sampe yang artisnya denger pun gw ngga pernah. di akhir akhir pencarian gw yang kayaknya gw bakal pulang cuma dapet zonk belaka, tuhan menunjukan jalannya kalau hari  itu gw emang harus beli cd.

diantara tumpukan cd Meat Is Murder nya The Smiths dan The Greatest Hits nya Ramones (ini gw masih inget banget tumpukan cd nya) ada cd Cross Road dari Bon Jovi. wow banget rasanya, dan untungnya cd Meat Is Murder nya The Smiths sama The Greatest Hits nya Ramones gw udah punya, jadi ngga bikin gw tambah bimbang milih cd mana yang harus gw beli, karena budgetnya emang cuma cukup buat 1 cd. yang bikin gw bimbang antara cd Ronnie James Dio tadi dan Bon Jovi ini. gw liat bungkusnya masih oke, tes di setel juga soundnya masih kece banget. dan akhir akhir ini gw emang lagi sering mengulang memori lagu lagu Bon Jovi. berhubung pas java jazz kemaren temen gw si Almira, dapet desas desus kalo tim java festival production sedang mengusahakan Bon Jovi untuk jadi headline di java rockinland 2011 dan ditambah mantan gw si kacamata juga udah janji kalo Bon Jovi emang beneran dateng kemari dia mau nemenin gw nonton. makin kuat lah tekad gw buat beli cd Cross Road ini. hehehehe.

misalkan Bon Jovi beneran dateng, trus gw nonton bareng si kacamata, ini bisa jadi salah satu moment konser gw yang cukup seru. apalagi si kacamata dulu sempet gw cekokin lagu lagu ballad mematikan dari Bon Jovi dan dia suka loh. sukses berat nularin aura musik rock ke cewe kalem. setlist di album ini juga merupakan lagu lagu Bon Jovi favorit gw, kayak Bed Of Roses, Blaze Of Glory, Livin On A Prayer, Runaway, dan masih banyak lagi. tanpa pikir panjang, langsung gw sikat itu cd. bungkus lalu bawa pulang. semoga pertemuan gw dengan cd Cross Road ini adalah sinyal baik untuk Bon Jovi beneran bisa konser di Jakarta nanti. crowdnya seru, soundnya gila, setlistnya asik, bareng si kacamata tentunya.

album Cross Road dari Bon Jovi
yang gw dapet secara tidak sengaja